DARI SUMPAH PALAPA KE SUMPAH PEMUDA

INTISARI

Kemajuan IPTEK yang begitu pesat tidak jua membuat remaja masa kini menanggalkan sifat kekanak-kanakan mereka. Mereka selalu menggantungkan harapan pada orang lain. Mereka tidak jua sadar bahwa sebenarnya merekalah yang seharusnya menjadi tumpuan. Tetapi yang terjadi sebaliknya, mereka terlalu bergantung pada orang lain. Mereka cenderung “menerima” dari pada mencoba. Hal inilah mendasari saya untuk menulis karya tulis ini. Karya tulis ini saya dedikasikan kepada para remaja di seluruh tanah air Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah

(1) mengetahui relasi antara sumpah palapa dan sumpah pemuda,

(2) mengetahui latar belakang adanya sumpah palapa dan sumpah pemuda,

(3) mengungkap lebih detail mengenai makna yang tersirat dalam sumpah palapa dan sumpah

pemuda,

(4) mengungkap lebih detail mengenai tujuan dari sumpah palapa dan sumpah pemuda.

Kesimpulan dari karya tulis ini adalah :

(1) Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden

Wijaya yang merupakan menantu Kertanegara dari Kerajaan Singosari pada tahun 1294,

(2) Kerajaan Majapahit diperintah oleh enam raja, yaitu : Raden Wijaya (1293-1309), Jayanegara (1309-1328), Tribuwanatunggadewi (1328-1350), Hayam Wuruk (1350-1389),

Wikramawardana (1389-1429),

(3) Sumpah Palapa dikumandangkan oleh Gajah Mada pada tahun 1331 ketika ia dinobatkan sebagai Mahapatih Kerajaan Majapahit oleh Tribhuwana,

(4) Imperialisme di Indonesia membawa dampak buruk bagi bangsa Indonesia karena dengan

adanya imperialisme kemlaratan serta kesengsaraan dirasakan di seluruhh pelosok tanah air, (5) Politik Balas Budi (Etis) melahirkan kalangan baru di Indonesia yakni kalangan terpelajar,

(6) Nasionalisme di Indonesia berawal dari kesadaran di kalangan terpelajar akan nasib bangsanya yang selalu dalam keterpurukkan,

(7) Sumpah Pemuda dikumandangkan oleh para pemuda pada Konggres Pemuda II di Jakarta yakni di Gedung Oost Java Bioscoop pada 28 Oktober 1928,

(8) Karakter tokoh 1331 yakni kasar, otoriter, nasionalis, bersemangat, berambisi, egois, teguh pada sumpah setia, sujud pada yang dijunjungnya,

(9) Karakter tokoh 1928 yakni halus, selalu menjunjung kebersamaan, nasionalis, semangat, teguh pada sumpah setia,

(10) Makna Sumpah Palapa adalah persatuan dan kesatuan,

(11) Makna Sumpah Pemuda adalah persatuan dan kesatuan,

(12) Tujuan Sumpah Palapa adalah untuk mempersatukan seluruh Nusantara dibawah panji Kerajaan Majapahit,

(13) Tujuan Sumpah Pemuda adalah untuk menumbuhkan rasa persatuan untuk menyatukan seluruh bangsa Indonesia di bawah panji Pertiwi,

(14) Cara pencapaian Sumpah Palapa adalah dengan cara menaklukkan kerajaan-kerajaan lain di seluruh Nusantara. Baik dengan peperangan ataupun dengan cara menikahkan putri raja dari kerajaan yang dimaksud dengan Hayam Wuruk,

(15) Cara pencapaian tujuan Sumpah Pemuda adalah dengan mengadakan kampanye-kampanye, memajukan keorganisasian organisasi-organisasi yang dulunya telah terbentuk, menyerukan dan menyebarluaskan semangat nasioalisme untuk lepas dari penjajah (merdeka) melalui berbagai media massa baik cetak maupun elektronik, konggres besar, menggembangkan sastra dan bahasa Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemajuan IPTEK di era globalisasi yang begitu pesat seperti sekarang ini, tidak juga

membuat para remaja menanggalkan jiwa kekanak-kanakkan mereka. Remaja di era sekarang

cederung mengantungkan harapan pada orang lain, seperti orang tua misalnya. Apapun yang

mereka lakukan tidak lepas dari payung orang tua. Seakan-akan, orang tua adalah bayangan mereka. Tetapi tindakan seperti itu tidak akan abadi untuk selamanya. Tidak dapat dipungkiri

bahwa suatu saat nanti hubungan antara orang tua dan anak akan “terpisah”. Sebagai remaja yang kelak akan menjadi tumpuan majunya tanah nusantara, akan sangat memalukan jika tetap berasumsi seperti itu. Dengan kata lain para remaja di rezim ini mayoritas para remaja tidak mau mandiri, seolah-olah mereka tidak punya semangat untuk mengerjakan sesuatu yang baru. mereka cenderung “menerima” daripada berusaha mengembangkan potensi mereka. Mereka selalu melihat ke depan dan tidak mau menoleh ke belakang. Andai mereka mau menoleh ke belakang, mereka pasti tidak mau kalah dengan masa itu.

Di era kerajaan Majapahit, nasionalisme, api semangat berkobar hampir di seluruh pelosok tanah air. Tidak tega hati penulis pada tanah air, jika generasi penerus seperti itu bagaimana bangsa ini bisa tampil perfect di dunia transnasional. Terinpirasi dari hal tersebut penulis tertarik untuk menulis karya tulis ini. Karya tulis ini berjudul “Dari Sumpah Palapa ke Sumpah Pemuda”. Karya tulis ini penulis dedikasikan kepada seluruh remaja di seluruh tanah air. Dengan harapan para remaja tergugah hatinya untuk bersikap mandiri, bersemangat dan yang terpenting mau berusaha untuk maju.

B. Tujuan

Tujuan dari penulisan karya tulis “Dari Sumpah Palapa ke Sumpah Pemuda“ ini adalah :

1. untuk mengetahui relasi antara sumpah palapa dan sumpah pemuda.

2. untuk mengetahui latar belakang adanya sumpah palapa dan sumpah pemuda.

3. mengungkap lebih detail makna yang tersirat dalam sumpah palapa dan sumpah pemuda.

4. mengungkap lebih detail mengenai tujuan dari sumpah palapa dan sumpah pemuda.

C. Manfaat

Manfaat dari karya tulis “Dari Sumpah Palapa ke Sumpah Pemuda“ ini antara lain :

1. Bagi peneliti/penulis, menambah wawasan pengetahuan tentang sumpah palapa dan sumpah pemuda, serta menambah pengalaman berupa teknik penelitian studi pustaka.

2. Bagi dunia pendidikan, sebagai bahan informasi untuk mengembangkan dunia pendidikan

khususnya bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam hubungannya dengan sejarah,

sebagai bahan referensi pengetahuan, dan sebagai bahan acuan tambahan bagi guru mata

pelajaran sejarah dalam meningkatkan pengetahuan pembelajaran sejarah.

3. Bagi masyarakat umum, sebagai bahan bacaan apabila telah menjadi sebuah karya tulis,

memberikan informasi kepada khalayak ramai mengenai sumpah palapa dan sumpah

pemuda secara lebih detail.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan karya tulis “Dari Sumpah Palapa ke Sumpah Penuda“ ini adalah dengan metode studi pustaka yaitu dengan mencari, mengumpulkan dan mempelajari berbagai literatur atau buku dan tulisan yang terkait dengan tema yang dikaji.

E. Analisis Kritis

Untuk menganalisis data yang telah diperoleh adalah dengan cara induksi-deduksi yaitu menjelaskan data dengan detail tetapi juga menyimpulkan dari berbagai data.

BAB II

ERA KERAJAAN MAJAPAHIT

A. Berdirinya Kerajaan Majapahit

Bersamaan dengan serangan Jayakatwang ke Singgasari hingga Raja Kerajaan Singgasari gugur, maka Raden Wijaya (menantu Kertarajasa) melarikan diri ke Madura. Setibanya di Madura Raden Wijaya mencari daya kepada Aryo Wiraraja (bupati Sumenep). Raden Wijaya diterima dengan baik oleh Aryo Wiraraja. Aryo tidak bias memberikan bantuan secara moril, beliau hanya menyarankan kepada Raden Wijaya untuk menghadap Jayakatwang di Kediri, untuk mengabdikkan diri kepada Jayakatwang. Di Kediri, Raden Wijaya diterima oleh Jayakatwang dengan baik. Bahkan, Raden Wijaya diberi hadiah berupa sebidang tanah di hutan Tarik. Kemudian oleh Raden Wijaya, hutan tersebut dibuka dan dibangun menjadi sebuah desa yang sangat ramai. Desa tersebut diberi nama Majapahit atau biasa disebut Kerajaan Mjapahit. Nama ini diambil dari nama buah maja yang rasanya sangat pahit.

B. Lika-liku Pemerintahan Kerajaan Majapahit

Dengan keberhasilan Raden Wijaya menghancurkan tentara Cina yang dikomando oleh Kubhilai Khan, beliau dinobatkan sebagai Raja Kerajaan Majapahit pada tahun 1293. Beliau bergelar Kertarajasa Jayawardana. Tidak lama setelah itu Raden Wijaya memperistri keempat putri Kertanegara dari Kerajaan Singasari. Hal ini dilakukan untuk memperkuat posisinya di Kerajaan Majapahit. Dengan adanya momen ini Raden Wijaya mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat Singgasari. Pada tahun 1309, Raden Wijaya meninggal dunia. Kemudian putranya yang bernama Jayanegara dinobatkan untuk menggantikan kedudukan ayahandanya sebagai Raja Kerajaan Majapahit pada tahun 1309. Jayanegara bergelar Abhiseka Sri Sundarapadnya Dewadhiswaranamaraja Bhiseka Wikramatunggadewa. Pada masa pemerintahan Jayanegara banyak meletus pemberontakkan Salah satunya adalah pemberontakkan Kuti yang merupakan pemberontakkan terbesar.

Pemberontakan Kuti berhasil menguasai ibi kota Kerajaan Majapahit sehingga mendesak Jayanegara untuk hengkang dari kedaton. Jayanegara terpaksa mengungsi ke desa Bedander dengan pengawalan pasukan Bhayangkara di bawah pimpinan Gajah Mada. Namun tidak lama setelah itu, pemberontakan Kuti mampu diredakan. Hal ini berkat kecerdikkan dan kegagahan Gajah Mada. Pada akhirnya Jayanegara dapat terselamatkan dan Kerajaan Majapahit mampu direbut kembali. Kemudian tahta Kerajaan Majapahit dipegang kembali oleh Jayanegara.

Pada tahun 1328, Jayanegara wafat karena dibunuh oleh Tanca seorang Dhamaputra yang bertindak sebagai tabib raja. Beliau dimakamkan di Sela Petak Bubat. Sampai akhir hayatnya beliau tidak berputra, maka orang yang paling berhak untuk mengantikan kedudukan beliau sebagai raja adalah Gayatri, istri Raden Wijaya. Namun Gayatri menolak, ia lebih memilih jalan hidupnya sebagai seorang bhiksuni (pendeta wanita agama budha) bukan raja. Akhirnya Jayanegara digantikan oleh putri perempuan Gayatri yang bernama Sri Gitarja (Bhre Kahuripan Rajapatni). Beliau bergelar Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani. Pada masa pemerintahan Tribhuwana banyak sekali terjadi pemberontakkan. Tahun 1331 timbul pemberontakkan dari Sadeng dan Kuti. Namun pemberontakkan tersebut dapat ditumpas oleh Gajah Mada. Setelah memerintah Kerajaan Majapahit selama kerang lebih 22 tahun, pada tahun 1350 Tribhuwana wafat. Setelah kepergian beliau, putranya yang bernama Hayam Wuruk.. pada waktu itu Hyam Wuruk masih kecil. Sehingga dalam menjalankan roda pemerintahan Kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk didampingi oleh Gajah Mada. Hayam Wuruk bergelar Rajasanagara.

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya Makanan melimpah ruah, berkat kerja keras rakyat di pedalaman. Pemerintah Majapahit juga selalu memperhatikan pertanian rakyat pedalaman. Hal ini terlihat dengan berdirinya bendungan, saluran air dengan baik. Sehingga rakyat Kerajaan Majapahit hidup aman, tentram dan damai.. Dalam kitab Negara Kertagama disebutkan bahwa wilayah Majapahit luasnya hampir seluruh nusantara ditambah semenanjung Melayu (Joko Susilo, 2005:25).

Kerajaan Majapahit memegang kendali di nusantara. Sebagian besar kerajaan di nusantara berada dibawah naungan Majapahit. Hanya ada satu Kerajaan yang belum ditakluk yakni Kerajaan Padjajaran yang terletak di Jawa Barat. Untuk menaklukkannuya Gajah Mada

bersiasat untuk menikahkan Hayam Wuruk dengan putri Raja Padjajaran yang bernama Dyah

Pitaloka (Citaresmi). Akan tetapi, baru sampai Raja Padjajaran baru menyerahkan Dyah

Pitalokauntuk dipinang sebagai tanda takluk terjadi kesalahpahaman. Sehingga terjadilah

pertempuran sengit di Bubat yang dimenangkan oleh Kerajaan Majapahit. Melihat hal tersebut Raja Padjajaran merasa malu hingga akhirnya bunuh diri. Perjalanan Kerajaan Majapahitsemakin melanglang buana. Persahabatan dengan negara tetangga terjalin dengan baik.

Kerjasamapun mewarnai persahabatan Kerajaan Majapahit dengan tidak sedikit negara tetangga yakni Syangka(Siam/Muangthai), Maratma (Burma/Myanmar), Singha Nagari (Singapura), Campa, Kamboja dan Yawana (Annam). (Joko Susilo, 2005:25) Pada tahun 1364 Gajah Mada wafat dan untuk selanjutnya Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran. Ditambah lagi wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389. Sepeninggalan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mengalami kekosongan kekuasaan. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya keturunan Hayam dengan permaisurinya Kusuma Wardhani. Sebenarnya Hayam Wuruk mempunyai keturunan seorang putra dengan selirnya yang bernama Bhre Wirabumi. Padahal hukum perundang-undangan keraton di Kerajaan Majapahit,yang berhak menduduki tahta kerajaan hanya keturunan dari permaisuri meskipun putri. Kemudian Kusuma Wardhani menikah dengan Wikrama Wardhana untuk menjalankan roda pemerintahan Kerajaan Majapahit. Pada tahun 1401-1405 terjadilah perang Paregreg (perang saudar). Hal ini dipicu dengan timbulnya rasa iri Bhre Wirabumi. Perang tersebut dimenangkan oleh Wikrama Wardhana. Namun dengan adanya perang tersebut juga membawa dampak pecahnya Kerajaan Majapahit menjadi lemah sehingga terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil.

C. Sumpah Palapa 1331

Keberhasilan Gajah Mada memadamkan api pemberontakkan dari Sadeng dan Kuti, membawa Gajah Mada meraih karierdiangkat Mahapatih (Mangkubumi/Perdana Menteri). Gelar ini diberikan oleh Tribhuwana sebagai penghargaan atas jasa-jasanya pada Kerajaan Majapahit. Gajah Mada menggantikan Arya Tadah yang sebelumnya memegang gelar Mahapatih. Pada upacara penobatannya sebagai Mahapatih Kerajaan Majapahit, Gajah Mada mengumandangkan sumpah yang terkenal dengan sumpah palapa. Isi sumpah palapa kurang lebih “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” , atau dalam dalam bahasa Indonesia kurang lebih “Aku tidak akan makan buah palapa sebelum daerah di seluruh nusantara dipersatukan di bawah kekuasaan Majapahit”. Maksudnya kurang lebih adalah Gajah Mada tidak akan pernah menyentuh dan merasakan kenikmatan duniawi sebelum Gajah Mada dapat menyatukan seluruh nusantara di bawah panji Kerajaan Majapahit.

BAB III

ERA NASIONALISME

A. Imperalisme di Indonesia

Jauh sebelum memasuki tahun 1945, di mata transnasional Indonesia dikenal sebagai

bangsa yang kaya akan sumber daya alam bernilai finansial yang sangat tinggi. Sumber daya

alam seperti barang tambang, rempah-rempah, dan sebagainya merupakan barang-barang yang sangat berharga pada masa tersebut.Hasil bumi yang melimpah ruah di jagad nusantara ini mengiurkan setiap bangsa di dunia, sehingga Bangsa Barat berlomba untuk menguasai nusantara.

Awal kedatangan imperalisme barata di bumi nusantara, sebagian besar bangsa Indonesia memang tidak mempunyai dasar pendidikan yang memadai. Pengetahuan yang masih sangat terbatas dan juga ketrampilan yang masih sedernana diperoleh turun temurun. Namun hal tersebut juga tidak lepas dari infrastuktur dominan yang masih bersifat kedaerahan (kerajaan), sehingga rasa kesukuan di tanah air tergolong tinggi. Sistem pemerintahan yang masih kedaerahan ini memudahkan Bangsa Barat berlabuh di perairan nusantara. Hal ini jua yang menjadi dasar imperialisme barat menyebar propaganda, sehingga penjajah Belanda dengan mudah menghasut dengan politik adu domba (devide et impera). Tidak terhitung waktu eksploitasi besar-besaran pun merebak hampir di setiap sudut kota di bumi pertiwi. Sistem tanam paksa (Cultur Stelsel) dan Kerja Rodi pun mulai ditanamkan oleh bangsa Belanda. Kondisi rakyat Indonesia pada masa tersebut sangatlah memprihatinkan. Kemlaratan terjadi hampir diseluruh pelosok tanah air.. Meskipun bangsa Indonesia telah bekerja pada perusahaan-perusahaan Belanda yang ada di Indonesia, keadaan ini tetap tidak berubah. Hal ini disebabkan oleh bangsa Belanda yang begitu kejam memperlakukan bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia dipekerjakan tanpa gaji, meskipun ada hanya minim sekali. Ditambah lagi sifat ringan tangan Belanda yang membuat kondisi rakyat Indonesia semakin terpuruk. Melihat kondisi ini, kalangan liberal yang telah meraih kemenangan politik di Belanda merasa iba terhadap nasib bangsa Indonesia.

Akhirnya perhatianpun muncul dari kalangan ini. Ketidak adilan ini mendapat reaksi keras dari mereka. Van Deventer, salah satu penganut politik liberal mendesak pemerintah Belanda untuk lebih memperhatikan kehidupan wilayah jajahan dengan berbaghai pertimbangan rakyat wilayah jajahan telah bekerja keras memberi kemakmuran kepada Belanda melalui Tanam Paksa. Oleh karena itu Belanda wajib memberikan kemakmuran bagi rakyat wilayah jajahan sebagai balas budi (Matroji, 2000:105-106). Dengan pertimbangan seperti itu , pemerintah Belanda memberikan tanggapan yang berarti. Akhirnya pada tahun 1900, pemerintah Belanda menggadakan perubahan. Politik Pintu terbuka diganti dengan politik etis yang meliputi tiga bidang yakni pendidikan, pengairan, dan kolonialisasi. Dengan adanya politik seperti itu banyak sekolah-sekolah di bangun oleh Belanda.

Selain Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, dan Perguruan tinggai juga di buka sekolah kejuruan. Perguruan tinggi yang didirikan antara lain Perguruan Tinggi Kedokteran (STOVIA) di Batavia (Jakarta), Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang sekarang dikenal sebagai Institute Teknologo Bandung (ITB), Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta, Perguruan Tinggi Pertanian di Bogor (Martono, Suroso, 1994:114). Hal ini dilakukan karena kebutuhan Belanda akan tenaga kerja yang terdidik untuk menjadi pegawai pemerintahan ataupun perusahaan-perusahaan swasta. Hal ini tentu saja memberi peluang kepada para pemuda di Indonesia untuk maju, untuk merasakan nikmatnya mengeyam pendidikan. Pada akhirnya munculnya golongan baru ditengah masyarakat Indonesia. Golongan ini adalah para kaum terpelajar yang sebelumnya telah mengeyam pendidikan di sekolah Belanda.

B. Pergerakan Nasional di Indonesia

Nasionalisme di Indonesia embrionya berawal dari kesadaran di kalangan terpelajar akan nasib bangsanya Bangsa yang selalu dalam keterpurukan. Bangsa yang selalu dijadikan sebagai ajang perdebatan sekaligus ajang penjajahan oleh bangsa Barat. Bangsa Indonesia hampir tidak pernah merasakan nikmatnya hawa kebebasan. Nasionalisme tumbuh dan berkembang pesat di kalangan pelajar. Kalangan pelajar ini berasal dari lembaga-lembaga pendidikan yang tersebar di bumi nusantara pada masa pemerintahan kolonial, yakni perguruan milik kolonial. Hadirnya kalangan ini melahirkan organisasi-organisasi pemuda di Indonesia, antara lain Budi Utomo, Sarekat Islam, Sarekat Dagang Islam, Indische Party, ISDV, PKI, PNI, Gapi dan Gerindo

C. Sumpah Pemuda 1928

Banyaknya organisasi yang masih bersifat kedaerahan sangat menyulitkan para pemuda Indonesia untuk berkomunikasi. Untuk menyatukan semua elemen organisasi tersebut menjadi satu kesatuan utuh diadakan Kongres Pemuda Indonesia. Dalam masa penjajahan Belanda, kongres tersebut telah diadakan tiga kali. Pada 30 April-2 Mei 1926, berlangsung kongres pemuda pertama di Jakarta. Pada 27-28 Oktober 1928, di Jakarta berlangsung kongres pemuda kedua. Kongres ini dipelopori oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) sebuah organisasi pemuda yang beraggotakan para pelajar di seluruh tanah air. Rapat pertama konggres tersebut pada Sabtu, 27 Oktober 1928 diselenggarakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond Lapangan Banteng. Soegondo Djojopuspito selaku ketua PPPI dalam sambutannuya sangat berharap dengan adanya konggres pemuda dapat memperkuat semangat persatuan dalam jiwa para pemuda. Selanjutnya Mohamad Yamin merumuskan arti dan hubungan persatuan dengan pemuda yang menurutnya ada lima faktor yang bias memperkuat persatuan bangsa Indonesia yakni sejarah, bahasa, hukum adapt, pendidikan, dan kemauan. Rapat kedua pada hari Minggu 28 Oktober 1928 di Gedung Oost Java Bioscoop membahas tentang pendidikan. Dalam pembicaran Poernomowoelan Sarmidi Mangoensarkoro didapat kesimpulan bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus ada keseimbangan antara pendidikan anak tersebut di rumah dan di sekolah. Selain itu anak juga harus mendapatkan pendidikan secara demokratis.

Selanjutnya, dijelaskan pula pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan oleh Soenario. Ramelan juga mengatakan bahwa gerakan kepanduan tidak lepas dari nasionalisme. Akhirnya setelah menggadakan rapat di dapatkan hasil penting rapat yang kemudian dirumuskan oleh pemuda yang hadir. Rumusan itu terkenal dengan Sumpah Pemuda yang isinya “Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia.”. Sebelum dibacakan isi sumpah oleh para pemuda seabagai sumpah setia, terlebih dahulu dikumandangkan lagu Indonesia Raya oleh Wage Rudolf Supratman.

BAB IV

DARI SUMPAH PALAPA KE SUMPAH PEMUDA

A. Karakteristik Tokoh 1331 dan 1928

Karakter tokoh pada tahun 1331 cenderung kasar dan semena-mena. Hal ini terlihat dari cara petinggi Kerajaan Majapahit menaklukan kerajaan-kerajaan lainnya yang terkesan otoriter. Sebagai contoh ketika kerajaan-kerajaan di nusantara telah takluk kepada Kerajaan Majapahit kecuali Kerajaan Padjajaran yang terletak di Jawa Barat. Untuk menaklukkannuya Gajah Mada bersiasat untuk menikahkan Hayam Wuruk dengan putri Raja Padjajaran yang bernama Dyah Pitaloka (Citaresmi). Akan tetapi, baru sampai Raja Padjajaran baru menyerahkan Dyah Pitalokauntuk dipinang sebagai tanda takluk terjadi kesalahpahaman. Sehingga terjadilah pertempuran sengit di Bubat yang dimenangkan oleh Kerajaan Majapahit. Melihat hal tersebut Raja Padjajaran merasa malu hingga akhirnya bunuh diri. Meskipun begitu tokoh pada tahun tersebut mempunyai rasa nasionalisme yang yang sangat tinggi. Semangat mereka selalu berkobar selalu. Mereka selalu berusaha untuk maju menjadi yang terbaik. Dan mereka selalu mengejar obsesi yang jua selalu dapat mereka capai. Hal ini terlihat dari upaya-upaya yang mereka dalam menaklukan kerajaan-kerajaan lain di nusantara, meskipun mereka menghalalkan segala cara untuk menyatukan nusantara. Selain itu, tokoh 1331 sangat setia dan konsekwen pada sumpah dan selalu sujud kepada yang dijunjungnya. Hal ini terlihat dari keberhasilan Kerajaan Majapahit menaklukkan hampir seluruh kerajaan di nusantara. Sedangkan karakter tokoh pada tahun 1928 lebih halus dan selalu mementingkan kepentingan bersama.

Mereka selalu sama-sama enak, sama-sama susah. Ketika ada suatu kalangan yang membutuhkan bantuan, dengan senang hati mereka akan saling membantu. Selain itu mereka selalu mengambil kebutusan secara bersama-sama yakni melalui musyawarah yang menuju mufakat. Hal ini mereka lakukan untuk lebih mengentalkan rasa persatuan dan kesatuan mereka. Jiwa nasionalisme juga terlihat dari semangat mereka yang berapi-api. Mereka mempunyai kemauan untuk bersatu dalam satu kesatuan. Mereka selalu menyerukan suara kemerdekaan. Dan yang terpenting mereka setia pada sumpah yang telah mereka ucapkan, hal ini terlihat pada akhirnya seleruh rakyat Indonesia yang kemudian membawa Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan. Kemerdekaan yang Indonesia raih tidak lain berkat upaya para pemuda Indonesia.

B. Makna Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda

Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda mempunyai makna yang sama yakni persatuan dan kesatuan. Hal ini telihat dari isi kedua sumpah tersebut. Sumpah Palapa yang berbunyi “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa”, atau dalam dalam bahasa Indonesia kurang lebih “Aku tidak akan makan buah palapa sebelum daerah di seluruh nusantara dipersatukan di bawah kekuasaan Majapahit” maknanya kurang lebih adalah Gajah Mada tidak akan pernah menyentuh dan merasakan kenikmatan duniawi sebelum Gajah Mada dapat menyatukan seluruh nusantara di bawah panji Kerajaan Majapahit. Dari kata menyatukan dapat disimpilkan bahawa Gajah Mada menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan di bumi nusantara melalui Sumpah Palapa. Selain itu juga tersirat rasa cinta tanah air yang dicerminkan dengan persatuan bangsa. Sedangkan bunyi Sumpah Pemuda “Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia” maknanya kurang lebih sama dengan apa yang telah dikumandangkan oleh Gajah Mada pada Sumpah Palapanya. Pemuda Indonesia mengakui adanya persatuan dan kesatuan pada diri mereka, pada jiwa mereka. Inilah yang kemudian membawa Indonesia kedalam persatuan.

C. Tujuan Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda

Sumpah Palapa yang dikumandangkan oleh Gajah Mada dan Sumpah Pemuda yang dikumandangkan oleh para Pemuda Indonesia atas dasar tujuan tertentu. Sumpah Palapa yang

berbunyi “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” mempunyai tujuan yaitu ingin mempersatukan seluruh kerajaan-kerajaan di nusantara di bawah panji Kerajaan Majapahit, untuk memperkuat pertahanan nusantara, dan yang terpenting untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. “Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah

satu, tanah Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia”, isi dari sumpah pemuda yang dikumandangkan pada 28 Oktober 1928 di di Gedung Oost Java Bioscoop bertujuan untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang sebelumnya masih bersifat sangat kedaerahan. Selain itu sumpah setia ini bertujuan untuk mempersatukan pemuda-pemuda di seluruh tanah air.

D. Cara Pencapaian Tujuan Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda

Cara pencapaian tujuan Sumpah Palapa adalah dengan menaklukan seluruh nusantara baik secara halus maupun kasar. Cara halus yang dimaksud adalah dengan menikahkan Hayam Wuruk dengan putri-putri raja dari kerajaan yang dimaksud. Meskipun pada akhirnya berujung peperangan. Sedangkan yang cara kasar dengan merebut kerajaan yang dimaksud dengan perang. Kerajaan Majapahit cenderung menanamkan faham fasistik yaitu menguasai seluruh nusantara hanya dengan jalan penaklukan. Sebagai contoh ketika kerajaan-kerajaan di nusantara telah takluk kepada Kerajaan Majapahit kecuali Kerajaan Padjajaran yang terletak di Jawa Barat. Untuk menaklukkannuya Gajah Mada bersiasat untuk menikahkan Hayam Wuruk dengan putri Raja Padjajaran yang bernama Dyah Pitaloka (Citaresmi). Akan tetapi, baru sampai Raja Padjajaran baru menyerahkan Dyah Pitalokauntuk dipinang sebagai tanda takluk terjadi kesalahpahaman. Sehingga terjadilah pertempuran sengit di Bubat yang dimenangkan oleh Kerajaan Majapahit. Melihat hal tersebut Raja Padjajaran merasa malu hingga akhirnya bunuh diri. Walaupun pada akhirnya seluruh kerajaan di nusantara dapat ditaklukan oleh Kerajaan Majapahit. Sumpah Pemuda juga mempunyai cara tersendiri untuk mencapai tujuannya. Cara pencapaiannya dengan mengelar kampanye-kampanye yang menyerukan dan menyebarluaskan semangat nasioalisme untuk lepas dari penjajah (merdeka) melalui berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. Selain itu Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia juga mengeluarkan emosi yang menyerukan agar para pemuda memperkuat persatuan untuk mencapai Indonesia merdeka.

Cara lain yang ditempuh oleh para pemuda adalah dengan memajukan organisasi-organisasi yang dulunya telah terbentuk Budi Utomo misalnya. Semula Budi Utomo beranggotakan putra putri Jawa dan Madura saja. Tahun 1931 BU mengubah anggaran dasarnya yakni setiap putra dan putri Indonesia dapat menjadi anggota Budi Utomo. Ini menunjukkan bahwa Budi Utomo semakin meningkatkan jiwa persatuan dan kebangsaan. Karena terdorong oleh rasa persatuan dan kebangsaan, Sarikat Islam (SI) mengganti namanya menjadi Partai Sarikat Islam Indonesia. Selain itu juga banyak organisasi-organisasi yang mengelar konggres besar seperti Konggres Wanita Indonesia I yang berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 1928. Konggres tersebut dihadiri oleh wakil-wakil perkumpulan wanita, diantaranya Wanita Utama, Putri Indonesia, Wanita Mulya, Aysiah, Serikat Islam bagian wanita dan lain-lain. Konggres tersebut memutuskan untuk membentuk gabungan semua perkumpulan wanita dengan nama Perikatan Perempuan Indonesia. Lahirnya Sumpah Pemuda dengan pernyataan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan memunculkan wadah baru di Indonesia yakni Angkatan Pujangga Baru. Wadah inilah yang menjaring kegiatan di bidang bahasa dan sastra Indonesia.

E. Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda dalam Konteks Cinta Tanah Air

Sumpah Palapa yang dikumandangkan oleh Gajah Mada adalah sumpah setia kepada Kerajan Majapahit. Begitu cintanya Gajah Mada pada bumi nusantara memaksa Gajah Mada untuk mengumandangkan Sumpah Palapa. Gajah Mada menggiginkan persatuan di tanah airnya meskipun dengan cara yang terkesan otoriter dengan tidak mengurangi kecintaannya kepada tanah air. Sumpah tersebut mempertaruhkan nama besarnya untuk menyatukan seluruh nusantara di bawah panji Kerajaan Majapahit. Selain itu Gajah Mada juga mempertaruhkan kenikmatan duniawi dan istirahatnya demi persatuan nusantara. Sumpah pemuda adalah hari keramat bagi bangsa Indonesia.

Sumpah Pemuda adalah salah satu dari berbagai landasan utama bagi kebangkitan nasional. Sumpah Pemuda telah mendorong semangat persatuan dan kebangsaan (nasionalisme) bangsa Indonesia. Ketika beraneka-ragam kecenderungan permusuhan dan perpecahan mulai nampak membahayakan, Sumpah Pemuda lahir. Setelah dikumandangkannya Sumpah Pemuda, hampir seluruh rakyat Indonesia bersemangat untuk lepas dari belenggu penjajahan. Mereka menginginkan kemerdekaan negerinya. Ini mereka lakukan karena tidak ingin negerinya terus menerus terinjak-injak oleh bangsa asing. Mereka mempertaruhkan seluruh jiwa dan raganya demi kemerdekaan tanah air Indonesia.

F. Jiwa Sumpah Palapa dalam Batang Tubuh Sumpah Pemuda

Secara tidak langsung ternyata sebagian kecil dari jiwa Sumpah Palapa menjiwai Sumpah Pemuda. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kesamaan antara Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda dalam berbagai hal. Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa kedua sumpah ini merupakan sumpah setia. Tujuan dari Sumpah Palapa tidak lain untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa di nusantara telah merasuk dirumusan Sumpah Pemuda. Hampir seluruh isi Sumpah Palapa bermakna sama yakni persatuan dan kesatuan bangsa. Semangat Gajah Mada dalam mempersatukan seluruh nusantara telah merasuki jiwa para pemuda 1928. Para pemuda mempunyai semangat yang berapi-api dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kebangsaan para pemuda. Perjuangan para pemuda Indonesia dalam melepaskan tanah air Indonesia tidak jauh beda dengan perjuangan Gajah Mada sewaktu menyatukan seluruh nusantara di bawah Kerajaan Majapahit. Isi Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda yang menyatakan kecintaannya kepada tanah air membuat tidak ada jarak. Hal tersebutlah yang membuat jiwa Sumpah Palapa merasuk di jiwa Sumpah Pemuda.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari paparan diatas antara lain adalah sebagai berikut :

1. Karakter tokoh 1331 yakni kasar, otoriter, nasionalis, bersemangat, berambisi, egois, teguh pada sumpah setia, sujud pada yang dijunjungnya. Karakter tokoh 1928 yakni halus, selalu menjunjung kebersamaan, nasionalis, semangat, teguh pada sumpah setia.

2. Makna Sumpah Palapa adalah persatuan dan kesatuan. Makna Sumpah Pemuda adalah persatuan dan kesatuan.

3. Tujuan Sumpah Palapa adalah untuk mempersatukan seluruh nusantara dibawah panji Kerajaan Majapahit. Tujuan Sumpah Pemuda adalah untuk menumpuhkan rasa persatuan untuk menyatukan seluruh bangsa Indonesia di bawah panji Pertiwi.

4. Cara pencapaian Sumpah Palapa adalah dengan cara menaklukkan kerajaan-kerajaan lain di seluh nusantara. Baik dengan peperangan ataupun dengan cara menikahkan putrid raja dari

kerajaan yang dimaksud dengan Hayam Wuruk. Cara pencapaian tujuan Sumpah Pemuda adalah dengan mengadakan kampanye-kampanye, memajukan keorganosasian organisasi organisasi yang dulunya telah terbentuk , menyerukan dan menyebarluaskan semangat nasioalisme untuk lepas dari penjajah (merdeka) melalui berbagai media massa baik cetak maupun elektronik, konggres besar, menggembangkan sastra dan bahasa Indonesia.

5.Gajah Mada mempertaruhkan nama besar dan kenikmatan istirahatnya demi mempersatukan seluruh nusan tara di bawah panji Majapahit. Para pemuda Indonesia mempertaruhkan seluruh jiwa dan raga untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

B. Saran

1. Sebagai remaja pantaslah jika kita mengetahui dan mempelajari apa yang dulunya pernah

terjadi di muka buni nusantara.

2. Sebagai remaja janganlah malu untuk memcoba sesuatu yang baru.

3. Perlu diadakan telaah terhadap remaja masa kini mengenai sejauh mana pengetahuan remaja (pelajar) tentang Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda.

4. Perlu diadakan telaah mengenai masih berartikah Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda pada masa sekarang ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.wikipedia.org

http://www.google.com

http://www.bpsnt-jogja.info/bpsnt/download/LKT_Sej_P-1.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: